Prodi Pendidikan Matematika
Tim Dosen Pendidikan Matematika melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat dan PMB di SMAI Karangploso mengenai Merancang Rencana Studi dan Karir Berbasis Potensi Diri

Malang-  Menggali potensi diri sejak dini menjadi kunci penting dalam merancang masa depan. Berangkat dari pemikiran tersebut, tim dosen dari Program Studi Pendidikan Matematika UNISMA hadir di SMA Islam Karangploso untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dengan topik “Merancang Rencana Studi dan Karir Berbasis Potensi Diri”. Dalam suasana hangat dan dialogis, para siswa diajak untuk mengenali kekuatan pribadi mereka melalui refleksi minat, bakat, serta kecenderungan belajar. Materi disampaikan secara interaktif dengan lembar kerja eksploratif, simulasi pilihan karir, dan pengenalan jalur studi di perguruan tinggi.

Tak hanya memberikan wawasan baru, kegiatan ini membuka ruang percakapan yang jarang terjadi di ruang kelas—tentang impian, arah masa depan, dan bagaimana menghubungkannya dengan pilihan akademik.

Tim dosen juga memperkenalkan jalur masuk perguruan tinggi dan berbagi pengalaman dunia kampus secara realistis dan inspiratif. Dengan bekal ini, diharapkan siswa tidak hanya termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga mampu merancang langkah masa depan yang selaras dengan jati diri dan potensi terbaik mereka.

Ali Syarifudin, Alumni Unisma Jadi Penggerak Pendidikan Matematika di Indonesia

Malang,

Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang (Unisma) angkatan 2012, Ali Syarifudin kini dikenal sebagai salah satu penggerak pendidikan Matematika di Indonesia. Perjalanan karier Ali dimulai sejak masa kuliah. Ali tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Sebagai Ketua Departemen Pendidikan Matematika HMJ dan Humas Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika (Ikhimatika) se-Indonesia, ia mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang kelak membantunya dalam dunia profesional. Saat kuliah, Ali juga mendapatkan kesempatan berharga melalui program beasiswa I-Mhere yang mendukung pengembangan akademisnya. Setelah lulus, Ali memulai kariernya di dunia pendidikan dengan menjadi guru les privat olimpiade matematika di Malang. Pada tahun 2014, ia bergabung dengan MTs Abadiyah di Pati yang menjadi batu loncatan kariernya di dunia pendidikan. Ali berhasil membawa siswa-siswi dari sekolah tersebut meraih prestasi Internasional, termasuk mengikuti Olimpiade Matematika di Singapura pada tahun 2015. Baca Juga Dedikasi Mohammad Tohir: Dari Alumni Unisma hingga Pengelola Jurnal Ilmiah Dengan semangat dan dedikasi tinggi, ia mendirikan Lembaga Konsultan Pendidikan (LKP) Senyum Cerdas Nusantara (SCN) Indonesia yang telah melatih ratusan pelajar dan guru dalam bidang olimpiade Matematika.

Ali Syarifudin, Alumni Unisma Jadi Penggerak Pendidikan Matematika di Indonesia

Alumni FKIP Jurusan Pendidikan Matematika Unisma angkatan 2012, Ali Syarifudin. (Foto: NOJ/timesindonesia.co.id)

Lembaga ini tidak hanya berfokus pada pelatihan olimpiade Matematika, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang Matematika. Ali dan timnya terus mengantarkan siswa-siswi Indonesia meraih juara di berbagai ajang lomba seperti OSN, KSM, dan lomba kampus baik di tingkat nasional maupun internasional. Di bawah kepemimpinan Ali, LKP SCN Indonesia juga menjalankan berbagai program sosial untuk mendukung pendidikan masyarakat. Salah satunya adalah Kampoeng Pojok Matematika, sebuah program yang menyediakan les matematika dengan biaya seikhlasnya, memberikan akses pendidikan bagi mereka yang kurang mampu. Selain itu, Ali juga menginisiasi pembinaan bagi siswa-siswi madrasah di daerah terpencil dan pelatihan gratis untuk guru olimpiade Matematika, sebagai bentuk tanggung jawab sosial lembaga tersebut terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Ali juga aktif dalam penulisan buku yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran Matematika. Buku-bukunya seperti Jurus Cerdas Olimpiade Matematika SMP/MTs dan Jagoan KSM Matematika, menjadi referensi penting bagi pelajar dan pengajar dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai olimpiade Matematika. Ali tidak hanya fokus pada keberhasilan pribadi dan lembaganya, tetapi juga berkomitmen untuk terus mendorong generasi muda untuk berprestasi. Dalam sebuah wawancara, ia menyampaikan pesan kepada generasi muda Indonesia: Teruslah belajar sampai ke level analisis dan berkaryalah untuk membangun bangsa Indonesia. Ali juga memiliki harapan besar untuk Unisma. Sebagai alumni, ia berharap Unisma akan terus berperan aktif dalam pengembangan pendidikan, baik di kalangan mahasiswa NU maupun masyarakat luas. Ia ingin Unisma dapat menjembatani pendidikan untuk anak-anak di pelosok negeri dan bekerja sama untuk menyelenggarakan event Olimpiade Matematika Internasional yang bisa memperkenalkan Unisma di kancah global. Melalui LKP SCN Indonesia, Ali mengukir prestasi memberikan kesempatan, dan mengubah hidup banyak siswa dan guru di seluruh Indonesia. Dengan tekad yang kuat untuk terus berinovasi dan memberi yang terbaik untuk dunia pendidikan, Ali Syarifudin adalah contoh nyata bagaimana pendidikan dapat menjadi alat untuk perubahan yang positif di masyarakat.

 

Editor: Yulia Novita Hanum Kontributor: A Habiburrahman
Sumber: https://jatim.nu.or.id/pendidikan/ali-syarifudin-alumni-unisma-jadi-penggerak-pendidikan-matematika-di-indonesia-RrWxc

Jadwal Seminar Proposal Prodi Pendidikan Matematika (12 Februari 2025)

Kepada:

  1. Dosen Pembimbing Skripsi
  2. Mahasiswa Bimbingan Skripsi Prodi Pendidikan Matematika

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam silaturrahmi kami sampaikan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Dalam menjalankan aktivitas akademik. Amin.

Sehubungan dengan upaya prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang untuk meningkatkan persentase mahasiswa lulus tepat waktu, maka kami susun jadwal dan tata tertib kegiatan Seminar Proposal sebagai berikut.

  1. Dress code presenter. Mahasiswa laku-laki memakai (kemeja putih, celana hitam, dan almamater) dan perempuan (rok hitam, kemeja putih, jilbab putih, dan almamater).
  2. Draft skripsi disesuaikan dengan buku pedoman penulisan karya ilmiah FKIP terbaru dan dicetak sebanyak 3x untuk dua dosen pembimbing dan satu dosen penguji.
  3. Lembar penilaian seminar proposal dicetak sebanyak 3x untuk dua dosen pembimbing dan satu dosen penguji. Lembar penilaian dan daftar hadir dapat diunduh di sini
  4. Presentasi dilakukan maksimal 10’, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian feedback 20’.
  5. Presenter dan audience hadir 15’ sebelum jadwal
  6. Seminar proposal dimaksudkan untuk memberikan masukan/pembimbingan untuk draft skripsi mahasiswa.
  7. Jadwal pelaksanaan disesuaikan dengan lampiran surat berikut (klik di sini)

Demikian atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

 

Kaprodi Pend. Matematika

ttd

Isbadar Nursit, M.Pd

NPP. 120504198632184

Himaprodi Pendidikan Matematika FKIP UNISMA Sukses Gelar Kompetisi Matematika Nasional PHI ke XXIII

MALANG – Kompetisi Matematika Nasional PHI (Paket Hari Ilmiah) yang ke-XXIII tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Himaprodi Pendidikan Matematika FKIP Unisma terlaksana dengan lancar dan meriah. Tidak hanya Closing Ceremony, Talkshow Pendidikan yang mengangkat tema “Dilema Etis dan Tantangan dalam Penerapan AI di Dunia Pendidikan” juga ikut serta dalam kegiatan acara tersebut, Minggu, (29/9/2024). Kompetisi Matematika Nasional di Unisma mendapat banyak partisipasi dari berbagai sekolah. Hal ini terbukti dengan banyaknya delegasi pada kompetisi tersebut. kompetisi ini tidak hanya berfokus pada satu jenjang pendidikan saja, tetapi dari tingkat pendidikan mendasar sampai tingkat atas, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK. Rangkaian acara pada hari terakhir kompetisi itu berupa; pembukaan sekaligus talkshow pendidikan pada pagi hari, dilanjut dengan Closing Ceremony & Pengumuman di siang menjelang sore. Pada talkshow pendidikan, pemaparan materi oleh para narasumber sangat menarik. Bahasan materinya kontemporer dan relevan dengan kebiasaan manusia di era society 5.0, era yang memungkinkan penggunaan ilmu pengetahuan modern seperti AI, robot, dan IoT untuk kebutuhan manusia.

 

Seperti materi yang disampaikan Mochamad Bachtiar Arif tentang dampai AI terhadap proses pembelajaran dan penilaian, diantaranya; pembelajaran yang dipersonalisasi, penilaian otomatis, umpan balik yang cepat dan tepat. Dr. Hamidin, M.Pd, Dekan FKIP Unisma menjelaskan dalam sambutannya di penutupan kompetisi ini menjelaskan tentang awal mula kompetisi matematika diadakan di Unisma. “Kegiatan PHI ini sebenarnya sejak saya mahasiswa tahun dua ribu itu telah berlangsung. Ini memang event tahunan yang dilaksanakan oleh himaprodi pendidikan matematika,” paparnya. Kemudian beliau juga memaparkan maksud dan tujuan diadakannya kompetisi ini yakni untuk mencari bakat baru, dan ilmuan baru khusunya bidang matematika “Yang tentunya bertujuan untuk mencari bakat-bakat baru, mencari ilmuan-ilmuan baru di bidang matematika,” tutupnya.

Acara ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Keagamaan bapak Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd dan dilanjut dengan diumumkannya peserta yang mendapatkan juara pada kompetisi ini. Juara dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK. Pemberian reward kepada para juara dilakukan oleh panitia PHI yang merupakan mahasiswa pendidikan matematika di FKIP Unisma

Peneliti UNISMA Ungkap Kesulitan Mahasiswa dalam Memahami Aljabar

Malang, 19 Agustus 2024 – Riset terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Islam Malang (UNISMA) menyoroti kesulitan yang dihadapi mahasiswa tahun pertama dalam memahami konsep aljabar. Studi ini menunjukkan bahwa transisi dari aritmatika ke aljabar sering kali sulit bagi banyak mahasiswa, dengan kesulitan khusus pada pemahaman variabel dan penggunaan tanda sama dengan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengenali dan mengatasi miskonsepsi aljabar sejak dini untuk mencegah akumulasi kesalahan konseptual yang dapat menghambat kemajuan akademis.

Penelitian ini dipimpin oleh Fadhila Kartika Sari, M.Pd dan Dr. Surya Sari Faradiba, M.Pd, yang bekerja sama dengan Prof. Rully Charitas Indra Prahmanda, M.Pd sebagai peninjau artikel luaran penelitian. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan melibatkan Think-Aloud Protocol, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses kognitif mahasiswa saat menyelesaikan masalah aljabar.

Baca pula Universitas Islam Malang and Universitas Madura Collaborate on Groundbreaking Research into Algebraic Misconceptions

Metode ini memungkinkan mahasiswa untuk mengungkapkan proses pemikiran mereka secara verbal saat mengerjakan tugas aljabar, memberikan wawasan mendalam tentang miskonsepsi yang mereka miliki. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan umum meliputi penggunaan simbol operasional yang keliru dan interpretasi yang salah terhadap variabel.

Fadhila Kartika Sari, M.Pd menjelaskan bahwa dengan mengadopsi Teori Domino, tim peneliti dapat mengidentifikasi miskonsepsi fundamental yang berpotensi memicu rangkaian kesalahan lainnya. “Dengan mengatasi miskonsepsi mendasar terlebih dahulu, kita dapat menciptakan efek domino positif yang meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam area terkait lainnya,” ujar Fadhila. Strategi intervensi yang dikembangkan berdasarkan temuan ini diharapkan dapat memperbaiki pemahaman konseptual mahasiswa dan mencegah penumpukan kesalahan yang lebih kompleks di masa depan.

Penelitian ini didanai oleh Hibah Institusi UNISMA (HI-ma), sesuai dengan surat perjanjian Pelaksanaan Hibah Penelitian No. 089/G164/U.LPPM/K/B.07/I/2024, 29 Januari 2024. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan matematika, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif.

Universitas Islam Malang berkomitmen untuk terus mendukung penelitian yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu mahasiswa mencapai keberhasilan akademis yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai program pendidikan untuk meningkatkan kompetensi matematis mahasiswa secara menyeluruh.

Berita ini juga tayang di Website Pascasarjana

Unisma Luncurkan Batik Matematika Karya Mahasiswa

Malang, 7 Oktober 2023 – Universitas Islam Malang (Unisma) merayakan kekayaan budaya Indonesia dengan memperkenalkan Batik Matematika yang unik dan inovatif dalam acara International Conference on Mathematics Education and Technology (ICOMET) 2023. Batik ini merupakan hasil kreasi mahasiswa yang menggabungkan dua elemen penting: seni tradisional dan matematika.

Batik, yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Unisma telah memperkaya tradisi batik dengan sentuhan matematika, menghadirkan unsur-unsur geometri, angka, dan simbol-simbol matematika dalam desainnya.

Batik Matematika ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa pendidikan matematika yang memiliki minat dalam seni dan matematika. Mereka berhasil menciptakan batik yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Karya ini dilakukan oleh lima mahasiswa S1 Pendidikan Matematika, yaitu Nikmatunnajah Ummi Attiyah, Fioria Adesi Romadhona, Jimmy Putra Adi Winata, Nurul Falahah Kurnia Putri, dan Sofia Azizah. Proyek Batik ini dibimbing oleh Dr. Surya Sari Faradiba, S.Si., M.Pd.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, menyambut peluncuran Batik Matematika ini dengan antusias. Batik Matematika ini adalah bukti konkret bahwa seni dan matematika dapat saling melengkapi. Ini juga merupakan penghargaan terhadap budaya Indonesia dan sebuah perayaan kreativitas mahasiswa Unisma.

Selain itu, ada juga Batik dengan nama SIGMATICH yang merupakan hasil dari kreativitas mahasiswa melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang didanai oleh Kemdikbud pada tahun 2023. Jimmy menyatakan bahwa ide ini awalnya muncul saat melihat motif batik yang rumit pada sebuah baju. Mereka berpikir bagaimana jika motif-motif dalam batik tersebut diinterpretasikan sebagai rumus matematika, karena dalam rumus matematika sering menggunakan simbol-simbol, pola, dan bentuk geometris.

ICOMET 2023 menjadi panggung yang sempurna untuk meluncurkan Batik Matematika ini, karena konferensi ini mengundang peneliti matematika dari berbagai negara. Dengan Batik ini, Unisma ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah tempat di mana keindahan seni dan kecerdasan matematika dapat bersatu dalam harmoni.

Dosen Unisma Raih Penghargaan PWMI Award 2021

Dosen Unisma Malang Surya Sari Faradiba raih penghargaan dalam Ajang KMI XII Tahun 2021, Jumat (19/11/2021).

Ada lima dosen dari berbagai Universitas di Indonesia terpilih mendapatkan PWMI Award. Setidaknya, tiga tim yang telah didampingi dalam kompetisi bergengsi tingkat nasional ini, yaitu tim Bonlebo dari Fakultas Peternakan, FMS Production dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Pentol Demit dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

PWMI Award merupakan suatu penghargaan dan apresiasi yang diberikan bagi dosen pendamping wirausaha mahasiswa dari perguruan tinggi yang tergabung dalam Pendampingan Wirausaha Mahasiswa Indonesia (PWMI).

Kriteria penilaian PWMI Award meliputi ketepatan waktu pelaporan sesuai waktu yang telah ditentukan dan isi laporan meliputi produk, pelanggan, pemasaran, operasional, keuangan, dan kendala wirausaha. (*)

Berita ini telah tayang juga di Times Indonesia

Dosen Prodi Pendidikan Matematika Unisma Malang Raih Sertifikasi Internasional

Surya Sari Faradiba, Dosen Pendidikan Matematika Unisma Malang, menjadi salah satu dosen terpilih untuk mengikuti Training dan International Exam Skema CEC (Certified E-Commerce Consultant™) yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset & Teknologi.

Kegiatan ini berlangsung pada 2 – 6 November 2021 di Bogor. Ada 3.381 dosen dan tendik yang mendaftarkan diri untuk mengikuti program sertifikasi kompetensi teknis dosen dan tendik tahun 2021, yang terdiri dari 25 Skema Sertifikasi.

Skema CEC sendiri terdiri dari beberapa materi yakni Introduction to E-Commerce, E Business Technologies, E Commerce Strategic Management, E Marketing, E Commerce Strategic Analysis, Legal and Ethical Issues in E Commerce.

Peserta yang lolos dalam kegiatan ini selanjutnya berhak memperoleh sertifikat dari AAPM (The American Academy of Project Management) melalui Lembaga Sertifikasi Provesi Vokasi IPB (Institut Pertanian Bogor).

“Alhamdulilah, bisa lolos dalam Certified E-Commerce Consultant. Sertifikat ini menjadi modal saya untuk mendampingi mahasiswa di Prodi Pendidikan Matematika dalam berwirausaha,” ujar Surya Sari Faradiba. (*)

Berita ini telah tayang juga di Times Indonesia